kotapadi

Komunitas Pecinta dan Peduli Flona

Tentang Kotapadi

KOTAPADI yang sebelumnya kepanjangan dari Komunitas Pecinta Pleci Surodadi, mulai Oktober ini di rubah menjadi Komunitas Pecinta Dan Peduli Flona (Flora Fauna), mengingat perubahan kepanjangan ini melihat dari ruang lingkup Kotapadi yang lebih Luas dan besar dalam melakukan Kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatannya di seluruh DIY dan Jawa Tengah. Kedepannya Kotapadi
akan bekerja sama dengan Badan Lingkungan Hidup di Tingkat Provinsi hingga Kementerian Pusat di Jakarta. Kotapadi merupakan Wadah yang memiliki Potensial yaitu dalam kepeduliannya dengan Alam sekitarnya dan Pembudidayaan Satwa.

KOTAPADI (Komunitas Pecinta Dan Peduli Flona) Donokerto Turi Sleman, muncul sebagai wujud kepedulian akan pelestarian satwa fauna di Lereng Merapi Pasca Erupsi.

Aneka satwa Fauna yang bermacam jenisnya tersebar di seluruh Kepulauan di Indonesia, sungguh merupakan keagungan  Sang Maha Pencipta dan menjadi kekayaan satwa bagi Ibu Pertiwi. Namun seiring perjalanan waktu, beberapa spises fauna hijrah ke Negara tetangga dan di legitimasi menjadi Burung asal dari Negara tersebut. Peristiwa ini seharusnya menjadi panggilan bagi Putera Bangsa untuk berperan serta menjaga dan melestarikan Fauna disekitarnya.

Hutan Merapi yang berada di utara Kota Yogyakarta ,  masih terdengar Kicauan Punglor atau Anis yang begitu indah dan meriah, namun kini populasi Jenis Burung tersebut mulai memprihatinkan. walaupun sebagian orang telah berhasil menangkarkan di Kabupaten tetangga di Wilayah Jawa pada umumnya.

Bila saja habitat Burung dapat Kita kembalikan seperti dahulu kala, secara langsung maupun tidak langsung, keseimbangan Alam akan dapat kembali baik pula.

Kembali ditemukan Jenis Burung kecil bernama Kaca Mata dengan bahasa latinnya yaitu Zosteropidae, Tahun 2007 kali pertama terdapat di kepulauan Togian Sulawesi Tenggara, dengan  Panjang tubuhanya hanya 15 Cm dan memiliki mata bagaikan memakai kaca mata. Saat ini Burung tersebut terdapat di Pulau Jawa bernama Pleci, burung kecil yang membutuhkan kalsium dan protein tinggi ini telah ditemukan beberapa jenisnya di Pulau Jawa , seperti Jenis Melonara dan Zosteropflafus  dengan ciri Perut kuning seluruhnya, lalu lebih kecil dan lebih kuning. Kaca mata laut dan tidak ada hitam pada kekangnya, kemudian Busktomi dan Aoriventer keberadaan ini ada di ujung barat Kalimantan dan Sumatera, dengan ciri pita kuning dan sempit pada perut tengah bawah.

Saatnya dari sekarang Pembudidayaan dan pelestarian Burung-burung tersebut dapat dimulai dari Lingkungan yang terdekat dan bertahap pula dalam memasyarakatkannya, baik melalui ajang kontes maupun penangkaran yang tepat.

MAKSUD & TUJUAN

–      Satwa Fauna yang beraneka jenis dan aneka rupa suaranya sebagai Keseimbangan Alam di kehidupan Manusia

–      Satwa Fauna dapat terjaga kelestariannya dengan diawali melalui Pembudidayaan dan Penangkaran yang tepat, untuk kemudian dikembalikan ke habitatnya, agar berkembang lestari.

LAHIRNYA KOTAPADI

Komunitas ini lahir saat Kraton Yogyakarta sedang memperingati 1 ABAB peringatan lahirnya Sri Sultan Hamengku Buwono IX ( 12 April 1912 – 12 April 2012 ). Nama Kotapadi merupakan kepanjangan dari Komunitas Pecinta Pleci Suradadi, sebuah Dusun di Kecamatan Turi Sleman, yang berjarak 13 Km dari Puncak Merapi.

Sekelompok pemuda dusun yang memiliki Semangat dan Hasrat Hidup yang Tinggi….bak se tinggi dan gagahnya Gunung Merapi, menjadikan cita-cita mereka terwujud untuk mendirikan Komunitas dan menggelar Kontes Seni suara Alam Burung yang memperebutkan Piala Rayi dalem Kraton Yogyakarta yaitu Gusti Bendara Pangeran Haryo Yudhaningrat ( Putera Sinuwun Sri Sultan HB IX ).

Gusti Yudo, panggilan akrabnya sangat mengapresiasi program kegiatan dari Kotapadi yaitu Menganak emaskan pleci dari Desa hingga Kota, tentunya kepada program penangkaran yang tepat sebagai program Kotapadi kedepannya.
Pleci memang hanya dimiliki oleh masyarakat akar rumput, namun sosok Penghageng manggala Yudha Kraton Yogyakarta dan identik dengan Kuda itu, ternyata tidak memandang Pleci dengan sebelah mata, artinya Gusti Yudo tidak pernah membeda-bedakan status sosial Rakyatnya dan Gusti Yudo adalah Milik semua Lapisan, yang selalu dicintai oleh semua warga Yogyakarta, khususnya mereka yang berada di Lereng Merapi.

Kotapadi yang dimotori oleh M. Arief SB, Agus Zostero dan Maryadi Pidae itu ternyata mendapat sambutan hangat dari Muspida, Muspika, Tokoh2 Perunggasan dan warga Masyarakat Sleman khususnya, yang termotivasi untuk bergabung dalam Anggota Kotapadi. Caranya mudah, menjadi Anggota wajib memiliki Pleci dan Pantang Berburu dengan segala cara, program Latihan bersama Kotapadi akan dijadwalkan pasca Kontes dibawah ini :
KONTES SENI SUARA ALAM BURUNG Se DIY , Memperebutkan YUDHANINGRAT CUP, MINGGU 10 JUNI 2012, DI LAPANGAN AGROBIS PULES TURI SLEMAN YOGYAKARTA, Jenis PLECI dibuka 4 Kelas ( Rp.50 rb, Rp.40 rb, Rp.30 rb dan Rp. 20 rb ), Jenis PUNGLOR dan KACER dibuka 1 Kelas ( Rp. 60 rb ) serta Jenis Gelatik dibuka 1 Kelas ( Rp. 10. rb ).
Jenis Pleci, Punglor dan Kacer, bagi Juara I sd III mendapatkan Piala Yudhaningrat + Piagam + Pembinaan, bagi Juara IV sd X mendapatkan Piagam + Pembinaan.
Jenis Gelatik, Juara I sd X mendapatkan Piagam Yudhaningrat.

2 comments on “Tentang Kotapadi

  1. hendri siahaan
    21 Agustus 2012

    trims atas info burung kaca mata.beda jantan betinanya kog tdk ada

    • imam
      25 November 2014

      Bsk akan dshare lgi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: